lAYANAN PUBLIK

Dinas Sosnakertrans Tahun 2011

 

BIDANG KESEJAHTERAAN SOSIAL

 

BIDANG PENEMPATAN DAN PELATIHAN TENAGA KERJA

 

BIDANG PEMBINAAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA
 
 
BIDANG TRANSMIGRASI
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROFIL SOSIAL    
       
A.
SOSIAL    
 
Jumlah penduduk kabupaten tanjung jabung barat sebanyak 278.937 orang dengan penduduk miskin 7.764 Kepala Keluarga ( 31.055 orang). Dari pendataan yang diperoleh dan telah diberikan bantuan /pembinaan sebagai berikut :
1. Penyandang cacat (berat) 203      orang  
2. Anak terlantar 73        orang  
3. Tuna susila 130      orang  
4. Gelandangan dan pengemis 25        orang  
5. Eks. Napi 25        orang  
       
  Disamping itu dalam kurun  waktu lima tahun terakhir telah pula didata dan diberikan bantuan sebagai berikut :
1. Anak Nakal    
2. Anak Cacat    
3. Korban Tindak Kekerasan    
4. Lansia Terlantar    
5. Korban Penyalahgunaan Napza  
6. Keluarga Fakir Miskin    
7. Korban Bencana Alam    
8. Korban Bencana Sosial    
9. Pekerja Migran Bermasalah Sosial  
10. Pekerja Sosial Masyarakat    
11. Organisasi Sosial    
12. Karang Taruna    
13. Usaha Kesejahteraan Sosial    
14. Keperintisan dan Kepahlawanan.  
       
       
  Adapun Program dan Kegiatan Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2010 adalah :
1. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial.
  Santunan Pemulangan Tuna Sosial.  
  Asuransi Kesejahteraan Sosial.  
       
2. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial.
  Pemeliharaan Taman Makam Pahlawan Yudha Satria Pengabuan.
  Evaluasi dan Monitoring Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial.
       
       
B.
TENAGA KERJA    
       
  Gambaran ketenagakerjaan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat hingga 2010 diperoleh sebagai berikut :
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
 
Terhadap pekerja kurang dari 35 jam seminggu atau disebut setengah penganggur hanya dikaitkan dengan jumlah jam kerja yang digunakan, namun tidak dikaitkan dengan tingkat pendapatan yang diterima pekerja, sehingga meskipun pekerja dianggap setengah penganggur belum tentu termasuk masalah sosial kategori miskin, karena berlainan tolak ukurnya.
 
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 terdapat larangan pekerja anak namun di lapangan dijumpai keadaan lain. Berikut data statistik penduduk 10 tahun keatas bekerja menurut jenis pekerjaan.
  1. Berusaha sendiri : 17.169 orang  
  2. Berusaha dibantu tidak dibayar : 24.966 orang  
  3. Berusaha dibantu buruh dibayar : 4.555   orang  
  4. Buruh/karyawan/pekerja : 29.859 orang  
  5. Pekerja bebas non pertanian : 6.802   orang  
  6. Pekerja bebas di pertanian : 29.024 orang  
  7. Pekerja tidak dibayar : 111.167  orang  
       
 
Data ini sangat berlainan dengan gambaran pola tersebut di atas karena perbedaan tinjauan umur pekerja, jenis pekerjaan, jam kerja, kategori penganggur dan lain-lain. Dapat disampaikan contoh yang dimaksud dengan :
  Berusaha sendiri : kios, tukang umum, peternak sendiri, pedagang tunggal.
  Berusaha dibantu tidak dibayar : dibantu anak/saudara atau orang yang tinggal bersama.
  Pekerja bebas non pertanian : tukang bangunan, pembuat perabot, pengrajin, pengasong.
  Pekerja bebas pertanian : penggaduh tani/ternak dan lain-lain.
 
Pekerja tidak dibayar : penjaga mesjid, penjaga kuburan, pekerja diberi upah selain uang atau diganti barang ala kadarnya dan lain-lain.
       
 
Adapun jumlah perusahaan sebanyak 114 perusahaan dan jumlah Tenaga kerja 18.402 orang dengan rincian nama dan jumlah perusahaan serta banyaknya tenaga kerja yang ditampung.
       
 
Disamping pekerja dari Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA), hal ini keberadaan TKA pada :
  1. PT. Lontar Papyrus 118      orang  
  2. PT. Wira Karya Sakti 1          orang  
  3. PT. Ruby Privatindo 1          orang  
  4. PT. Trimitra Lestari 2          orang  
  5. PT. MMC & Oil Gas 3          orang  
  6. PT. Huabei Petroleum Service 23        orang  
  Semua berjumlah 148 orang TKA.  
       
  Adapun program dan kegiatan ketenagakerjaan tahun 2010 adalah :
  1. Bidang Penempatan dan Pelatihan Kerja    
  a. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja
 
  • Pelatihan keterampilan bagi pencari kerja kejuruan menjahit di 4 kecamatan
 
  • Pelatihan kerja kejuruan montir sepeda motor di 4 kecamatan
 
  • Penyusunan program kegiatan dan pelaporan
 
  • Pelatihan kerja dan pemagangan di perusahaan 15 orang di 5 perusahaan.
       
  b. Program peningkatan kesempatan kerja    
 
  • Penempatan tenaga kerja melalui mekanisme antar kerja lokal sebanyak 25 orang.
       
  c. Program Perluasan Kesempatan Kerja    
 
  • Padat karya produktif pembukaan/pemanfaatan lahan tidur seluas 6 Ha dan infrastruktur jalan 2 KM.
       
  2. Bidang Pembinaan dan Perlindungan Tenaga Kerja.
  a. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan.
 
  • Fasilitas penyelesaian prosedur PPHI dan Bimtek proses dan mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial sebanyak 25 kasus.
 
  • Pemeriksaan berkala, bursa pengawasan ketenagakerjaan 46 perusahaan dan rakor pengawasan sebanyak 2 kali
 
  • Pengendalian krisis hubungan industrial dan peta kerawanan perusahaan, PK, PP, PKBdi 105 perusahaan.
 
  • Pembinaan LKS Bipartit 24 perusahaan dan Kelembagaan SP/SB 60 perusahaan.
 
  • Monitoring dan pengetahuan UMP, KHL, THR dan Jamsostek.
 
  • Pemberdayaan K3 di Perusahaan dan peringatan bulan K3 dipusatkan di ibukota kabupaten.
 
  • Penyebarluasan informasi peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan dan syarat-syarat kerja 1 kali Bimtek dengan 25 perusahaan.
 
  • Pembentukan Komite Aksi Daerah Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk anak Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
       
C. TRANSMIGRASI    
       
 
Selama ini telah dilaksanakan penyerahan pembinaan kawasan transmigrasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten tanjung jabung Barat untuk menjadi desa/ keluarahan. Dari data yang tersedia ex kawasan transmigrasi sebagai berikut :
  1. Kecamatan Merlung : 4 UPT (1.845 KK atau 7.527 Jiwa)
  2. Kecamatan Tungkal Ulu : 3 UPT (587 KK atau 2.241 Jiwa)
  3. Kecamatan Tebing Tinggi : 5 UPT (2.144 KK atau 2.241 jiwa)
  4. Kecamatan Batang Asam : 2 UPT (680 KK atau 2.869 Jiwa)
  5. Kecamatan Renah Mendaluh : 2 UPT ( 959 KK atau 3.918 Jiwa)
  6. Kecamatan Muara Papalik : 5 UPT (2.046 KK atau 8.502 Jiwa)
       
  Dari ke enam kecamatan penempatan tersebut diatas program transmigrasi meliputi :
 
  • Transmigrasi Umum (TU)
   
 
  • Transmigrasi Swakarsa Berbantuan (TSB)
 
 
  • Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM)
 
 
  • Transmigrasi Swakarsa Pengembangan Desa Potensial (Transbangdep)
       
 
Adapun komposisi transmigrasi terdiri dari Transmigran Penduduk Asal (TPA) berjumlah 4.971 KK/18.322 jiwa (60,17%) dan transmigran penduduk lokal (translok) berjumlah 3.207 KK /14278 Jiwa (38,82%). Pola transmigrasi ini sangat membantu pengembangan wilayah yang pada akhirnya meningkatkan kapasitas daerah dan dapat menjadi desa /keluarahan/kecamatan baru (pemecahan) sepeti yang terjadi sekarang ini.